Peringatan Bagi Anda Yang Menggunakan Baja Ringan Sebagai Flavon Rumah

0 x dibaca

Seorang pria berinisial YM umur 53 tahun, tewas tersetrum di atas plavon rumah seorang warga di cileungsi bogor ketika memperbaiki instalasi listrik, berita seperti ini terasa  kerap kita baca, dengar ataupun di lihat di tayangan TV, dan tidak saja menimpa pekerja instalasi listrik, tetapi juga pekerja yang biasa membersihkan AC dan memasang AC, itulah salah satu dampak negatif penggunaan material baja sebagai penyangga atap rumah.

Dahulu kita mengenal kuda-kuda rumah atau plavon rumah terbuat dari kayu, sekarang dengan semakin berkembangnya ilmu bangunan, orang-orang mulai menggunakan material yang menurut mereka lebih tahan lama dan tahan rayap, tidaka ada salahnya dengan perubahan tersebut, yang menjadi salah yaitu ketika penggunaan material baja ringan itu tidak diiringi kebijakan lain yang menyokong keselamatan.

Dalam hal ini adalah pemasangan instalasi listrik, sebagaimana kita ketahui pada setiap bangunan dibutuhkan listrik sebagai penerang dan sebagai penyokong kemudahan hidup yang lainnya, untuk itu pada point yang satu ini harus diperhatikan sepenuhnya, terutama pada saat dilakukan pemasangan instalasi listrik, dan pelanggan listrik yang menggunakan plavon dari baja ringan lebih ditekankan untuk sangat serius dalam melakukan instalasi listrik dirumahnya.

Satu saja kebocoran kabel, apalagi kabel yang mengandung arus listrik (phasa) taruhannya nyawa, kebocoran arus listrik itu bisa merambat ke mana saya disepanjang instalasi baja ringan, apalagi jika baja ringan itu terhubung ke bawah rumah, anak-anak anda bahkan anda sendiri bisa menjadi korban tersetrum listrik.

Apa yang bisa kita lakukan agar instalasi listrik pada plavon yang terbuat dari baja ringan tidak membahayakan ?

1. Menggunakan pipa paralon sebagai pengaman kabel instalasi listrik.

Ini menjadi suatu kewajiban jika anda ingin aman dari kerusakan kabel listrik untuk jangka panjang, diatas rumah hewan apa saja bisa memicu kerusakan kabel, seperti tikus, kucing, cicak, dan lainnya.

2. Menggunakan T-Dos sebagai pengaman sambungan instalasi listrik.

Diatas plavon rumah sudah dipastikan ada sambungan kabel yang ditujukan ke beberapa titik tertentu, nah T-Dos berfungsi sebagai rumah atau terminal tempat terjadinya penyambungan kabel tersebut.

3. Isolasi yang baik.

Lakukan pengisolasian kabel dengan sebaik-baiknya, agar tidak mudah terkelupas dan tidak bersentuhan dengan kabel lain.

4. Gunakan Rollen pada setiap persimpangan kabel

Alat kecil yang satu ini sangat besar fungsinya pada instalasi, dengan adanya keteraturan susunan dari rollen, maka instalasi anda akan sangat mudah di pahami teknisi pada saat dilakukan perbaikan.

5. Gunakan klem pipa sebagai pengaman jalur

Kerapian suatu instalasi akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi pemilik rumah, klem pipa mencegah kabel keluar dari jalur sehingga tidak mudah bagi hewan merusaknya.

6. Segera panggil teknisi listrik jika terjadi masalah pada instalasi listrik

Semakin capat anda mengatasi kebocoran arus pada instalasi listrik rumah anda, semakin kecil resikonya keluarga anda terkena dampak kerusakan listrik.

Cara diatas bisa saya tuliskan karena berdasarkan pengalaman di lapangan, meski rumah yang menggunakan kayu sebagai plavon atau kuda-kuda juga berkemungkinan mengalami bahaya kebocoran listrik, tetapi  peluang terbesarnya ada pada plavon rumah yang dibuat dari material besi atau baja.

Nah pembaca yang terhormat, itulah tadi pembahasan kita tentang bahaya kebocoran arus listrik pada rumah yang menggunakan baja ringan sebagai plavon rumah, semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa di pembahasann selanjutnya, salam.

Peringatan Bagi Anda Yang Menggunakan Baja Ringan Sebagai Flavon Rumah

 

Diskusi & Komentar

Post a Comment