Point Penting Dalam Memasang Grounding Listrik Di Bangunan Sekolah

Model pemasangan kawat arde

Grounding atau pembumian sebagai salah satu system pengamanan listrik memang terkadang sepele saja, tapi memiliki peran yang sangat besar bagi keselamatan pengguna listrik, terutama ketika terjadi cuaca buruk seperti petir atau halilintar, lalu apakah ada perbedaan grounding yang digunakan di bangunaan rumah penduduk dengan bangunan sekolah? mari kita simak pembahasannya.

Beberapa waktu lalu kami mendapati beberapa pertanyaan menarik dari pembaca blog kita tercinta ini, pertanyaan itu menyangkut persoalan grounding listrik di bangunan sekolah, dan bagaimana cara memasangnya, dalam pemasangan instalasi listrik untuk bangunan sekolah ini pada prinsipnya sama dengan bangunan rumah, demikian juga halnya dengan kabel pembumian prinsipnya sama, hanya saja yang membedakannya, terkadang bangunan sekolah ada yang bertingkat dan ada yang tidak, jadi agak sedikit repot memasang groundingnya.

Sebelum kita lebih jauh mendalami perbedaan grounding listrik bangunan rumah tinggal dengan bangunan gedung sekolah, perlu kami ingatkan kembali prinsip dasar dari grounding listrik ini.

Perbandingan Grounding antara gedung sekolah dengan bangunan rumah tinggal

Grounding listrik atau pembumian listrik ini, akan berfungsi sesuai dengan kapasitasnya, manakala dalam pemasangan instalasi listrik kabel arde juga terpasang disetiap stop kontak, sehingga fungsi grounding sebagai salah satu pengaman listrik berjalan sesuai dengan kapasitasnya.

Penting kami ingatkan kembali bahwasanya grounding listrik dengan anti petir pada bangunan merupakan sesuatu yang berbeda, terkadang pemahaman yang seperti ini bercampur aduk sehingga sering kita keliru memahaminya.

Namun demikian anti petir tidak bisa dipisahkan dengan instalasi kabel pembumian, jadi ibaratnya sekali merangkul dayung, ketika anti petir dipasang maka kita bisa memanfaatkannya sekaligus sebagai bagian dari grounding atau pembumian kabel arde pada instalasi listrik.

Seringkali tanpa sengaja kita jumpai dalam kehidupan ini, ketika kita memperhatikan bangunan sekolah yang bertingkat, terkadang kita temukan besi panjang tinggi menjulang sampai ke atap bangunan sekolah bertingkat, dan diujung puncak besi itu terlihat runcing.

Untuk sahabat ketahui besi panjang tinggi menjulang itulah yang disebut dengan anti petir, ujung besi yang runcing itu sebagai penangkap petir, sebagaimana yang kita ketahui sifat umum petir dan halilintar itu adalah menyambar sesuatu yang paling tinggi ketika terjadi cuaca buruk.

Karena pada umumnya bangunan sekolah bertingkat atau sekolah tidak bertingkat memiliki areal yang luas, sehingga diasumsikan lebih memiliki ruang terbuka yang lebih luas dibanding rumah tinggal, maka dari itu potensi terkena petir lebih memungkinkan dari pada bangunan rumah tinggal, yang biasanya memiliki pohon atau vegetasi alam yang lebih tinggi disekelilingnya.

Setelah kita mengulas tentang perbedaan grounding atau pembumian pada bangunan sekolah dan bangunan rumah biasa, sekarang kita masuk ke sesi memasang grounding di bangunan sekolah.

Point penting dalam memasang grounding atau pengabelan arde pada bangunan sekolah, sebagai berikut.

1. Situasional dengan lingkungan bangunan sekolah.

Bangunan sekolah di pedesaan sangat kontras dibanding sekolah di perkotaan, di pedesaan umumnya bangunan sekolah luas sekali, sedangkan di kota sempit karena harga tanah mahal. Maka dari itu grounding atau pembumian pada bangunan yang memiliki areal luas, sebaiknya menggunakan besi panjang setinggi atap sekolah yang berfungsi sekaligus sebagai anti petir, dan kabel arde ditanam bersama dengan besi anti petir ini.

2. Pastikan ditempat pemasangan kawat arde atau anti petir tidak tergenang air ketika hujan.

Hal ini penting karena jika lingkungan tempat pembumian kabel ini tergenang air, ketika terjadi hujan petir halilintar menyambar besar kemungkinan mahluk hidup yang berada dalam genangan air berpotensi terkena sambaran petir.

3. Pada bangunan sekolah sebaiknya memasang dua besi anti petir sekaligus sebagai besi pembumian.

Dua disini maksudnya adalah; satu dipasang di sisi sebelah kiri bangunan, satu lagi dipasang di sisi kanan bangunan sekolah.

4. Kawat yang digunakan sebagai pembumian/grounding sebaiknya berukuran besar.

Hal ini bertujuan agar kabel arde tidak mudah putus.

5. Jangan jadikan besi grounding atau anti petir sebagai tiang jemuran.

Suka atau tidak suka hal ini pernah dan sering terjadi, terutama di perkotaan, adalah tindakan yang berbahaya menjadikan besi arde sebagai tiang jemuran, apalagi ketika cuaca buruk sedang terjadi dan ada saja mahluk hidup yang iseng berteduh dekat jemuran sambil bergelantungan di pada kawat jemuran, dan potensinya terkena sambaran petir lebih besar.

Nah sahabat pembaca meski grounding atau pembumian kabel arde itu terlihat sepele, namun berpengaruh besar dalam keselamatan lingkungan, sampai jumpa pada artikel selanjutnya, Salam ….

Bagaimana Cara Menyambung Listrik Dari Mesin Diesel Di Rumah Ketika PLN Melakukan Pemadaman Listrik

Point pembahasan : 
    1. Memahami peralatan yang digunakan dalam membuat instalasi terminal mini listrik diesel
    2. Memahami alur kerja instalasi listrik untuk 2 fase, dimana masing-masing fase difungsikan untuk 2 input listrik yang berbeda, dalam pembahasan ini adalah input listrik PLN dan input listrik diesel
    3. Memahami keuntungan dan kerugian penggunaan terminal mini listrik dirumah, dengan memanfaatkan CHR atau handle hand listrik
    4. Memahami cara kerja dasar penggunaan alat diesel listrik
Pertanyaan seperti judul diatas pernah ditanyakan teman saya dikampung, ketika listrik padam, sehingga menjadi ispirasi bagi saya untuk menuliskan kembali pada blog jurusan listrik ini, solusi ini diharapkan bisa menjadi referensi bagi seluruh masyarakat dunia, apabila ingin membuat istalasi listrik khusus untuk mesin diesel.
Sekarang ini banyak sekali dijual dipasaran mesin diesel khusus untuk menyalakan listrik, disebagian daerah ada dinamakan dengan mesin ginset, ada pula yang menamakan generator listrik, dan lain sebagainya.

Mesin diesel listrik ini sangat mudah mengoperasikannya, isi bahan bakar, lalu putar staternya, maka seketika mesin diesel listrik akan menyala, namun bagi mereka yang tidak paham cara memakainya, kadang bingung juga apa yang dilakukan lagi setelah itu?

Maka dari itu perlu kami jelaskan untuk sebuah mesin generator listrik, atau dikenal juga dengan nama mesin diesel listrik ini, sifatnya adalah menciptakan energy listrik kemudian, energy tersebut kita manfaatkan untuk mengaliri listrik dirumah, ketika listrik negara tidak menyala.


Hal lain tentang mesin diesel listrik ini yang perlu diketahui adalah, berapa tenaga listrik yang dihasilkannya? Jika tenaga listrik yang dihasilkan kurang dari kebutuhan listrik rumah, maka bisa dipastikan mesin diesel listrik tidak akan berfungsi dengan baik untuk pemakaian rumah anda, biasanya di box mesin diesel tertera berapa kilo watt yang dihasilkan oleh mesin generatornya. 

Sebagai contoh, misalkan kebutuhan listrik rumah anda 4000 kilowat, namun mesin diesel yang digunakan hanya menghasilkan tenaga 3000 kilowat, maka jelas mesin diesel tersebut tidak akan efektif untuk digunakan.
Lalu bagaimana cara memulai penggunaan mesin diesel listrik untuk rumah? Berikut kita jelaskan satu persatu.

Untuk membuat sebuah sirkuit listrik yang berasal dari mesin generator, maka secara ringkas bahan yang dibutuhkan adalah :

1. Mesin generator listrik

2. Sebuah terminal mini yang bisa berupa 1 buah chr, atau dikenal juga dengan handle hand.

3. MCB.

4. Kotak atau box Pengan.

PEMAHAN AWAL

Instalasi listrik sebuah rumah bermacam modelnya, namun yang paling prinsip terkait dengan penggunaan mesin diesel listrik ini adalah, ada atau tidaknya instalasi listrik suatu rumah menyediakan fasilitas tambahan untuk mengaliri listrik dari mesin diesel.

Karena kebanyakan instalasi listrik rumah langsung disambung dengan KWH meter PLN, sehingga bagi mereka yang awam soal listrik seringkali membingungkan dimana tempat untuk mengaliri listrik dari mesin diesel?

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memahami dimana tempat untuk mengaliri listrik dari mesin diesel ini, cukup dengan menyambungkan kabel listrik output dari mesin diesel ke salah satu stopkontak yang ada didalam rumah, namun dalam pengerjaannya mesti dengan ketentuan sebagai berikut.

1. Pastikan MCB pada KWH meter di Off

2. Kemudian nyalakan mesin diesel listrik dan sambung ke salah satu stopkontak yang terpasang di dinding rumah.

Untuk lebih memudahkan pemahaman, dibawah ini kami sajikan gambar cara menyambung listrik dari mesin diesel, secara langsung.

simulasi penggunaan listrik dari mesin diesel

Cara penyambungan listrik diesel diatas saya sebut dengan “penyambungan langsung”, dimana pola instalasi listrik bangunannya tidak menyediakan kedudukan khusus untuk mesin diesel listrik.

Pola tersebut memiliki keuntungan dan kerugian juga, keuntungannya sebagai berikut.

1. Pemakaian listrik diesel bisa langsung

2. Tidak memerlukan instlasi tambahan

Dan kerugiannya sebagai berikut.

1. Seringkali lupa mematikan MCB pada KWH meter
Sehingga bisa memicu korsleting atau ledakan ketika tiba-tiba listrik PLN menyala, sedangkan listrik diesel juga menyala.

2. Arus listrik yang dihasilkan tidak didistribusikan secara stabil pada setiap titik pemakaian listrik, karena tidak ada pengaman tambahan dari MCB.

3. Ketika penyebaran arus tidak stabil juga bisa menjadi potensi korsleting dan kerusakan pada peralatan electronic rumah tangga yang sedang digunakan.

Bagi saya pribadi instalasi listrik adalah suatu keteraturan, maka dari itu sebaiknya disetiap instalasi listrik untuk bangunan sebaiknya disediakan khusus, tempat penyambungan listrik diesel ini, sehingga memudahkan dan memberi rasa aman bagi kita ketika listrik diesel digunakan.

Tempat penyambungan listrik diesel khusus ini saya istilahkan dengan pola penggunaan listrik diesel tidak langsung.

Nah gambar dibawah ini menjelaskan prinsip cara memasang listrik dari mesin diesel secara tidak langsung.

penyambungan listrik dari diesel ke handle  hand

Pemanfaatan penggunaan listrik diesel tidak langsung ini ditujukan untuk menciptakan keteraturan penggunaan listrik, maka dalam setiap instalasi listrik bangunan sebaiknya disediakan kedudukan CHR atau handle hand listrik, sebagai fungsi utama yang berperan sebagai terminal mini, sebelum instalasi listrik rumah dipasang.

Dibawah ini bisa kita simak gambar simulasi pemasangan listrik, yang menyediakan saluran listrik khusus untuk listrik diesel ketika listrik utama (PLN) padam.

instalasi dasar pada chr untuk pln dan diesel

Dari gambar diatas bisa dijelaskan handle hand atau CHR merupakan terminal listrik yang dioperasikan sebelum listrik diesel disambung dan dialirkan ke instalasi listrik rumah.

Keuntungan membuat terminal listrik mini ini dalam penggunaal listrik rumah atau bangunan, bisa saya simpulkan sebagai berikut.

1. Terjamin keamanan dari korsleting listrik PLN dan listrik diesel

2. Pendistribusian listrik lebih stabil, karena diamankan oleh MCB

3. Memudahkan penggunaan listrik mesin diesel

Dan kerugiannya sebagai berikut

1. Adanya biaya tambahan untuk membeli peralatan listrik, seperti MCB, kotak CHR, box kedudukan CHR atau handle hand, dan kabel.

Melihat kontras sekali perbedaan keamanan dari penggunaan listrik diesel secara langsung dan tidak langsung ini, maka saya sangat menyarankan bagi anda pembaca, yang belum memiliki terminal mini sebagai tempat kedudukan pemakaian listrik mesin diesel, sebaiknya sediakan dirumah anda, karena hal tersebut sangat membantu keamanan dalam pemakaian listrik.

Nah pemirsa dimanapun anda berada, cukup sekian pembahasan kita tentang bagaimana cara mengalirkan listrik diesel ke instalasi listrik rumah, jika ada pertanyaan, jangan sungkan silahkan tinggalkan di kolom komentar, terima kasih atas perhatiannya, salam.

Apakah Kabel Netral Pada Listrik Memiliki Arus ?

Apakah Kabel Netral Pada Listrik Memiliki Arus ?

Hallo sahabat pembaca, ternyata setelah ditelusuri lebih dalam, begitu banyak persoalan listrik yang belum dipahami dengan baik bagi sebagian orang, bahkan untuk pertanyaan yang paling mendasarpun masih banyak yang belum paham, oke baiklah  jumpa lagi kita dalam artikel selanjutnya dimana sebelum ini kita telah membahas tentang “Cara memasang grounding listrik pada bangunan sekolah”, untuk anda yang ingin mengetahui masalah grounding di sekolah silahkan baca pada tautan diatas.
 
Saya baru kembali dari forum komunitas kelistrikan tadi malam, sambil membawa pertanyaan yang paling dasar seperti judul artikel kita kali ini, yakni mengenai kabel netral pada instalasi listrik bangunan, pertanyaan diatas diajukan oleh seorang yang seolahnya paham mengenai instalasi listrik, namun ketika diberi penjelasan oleh petugas instalasi ia tetap tidak mau menerimanya.
 
Maka demikian cobalah kita bahas kali ini, mana tau yang bersangkutan bisa paham dengan penjelasan sederhana yang terdapat pada blog ini.
 
Setiap pelajaran listrik di jenjang sekolah manapun, jika kita tanyakan apakah kabel netral memiliki arus listrik? Maka jawabannya adalah tidak! Mengapa demikian karena dalam dunia kelistrikan positif dan negative itu selalu berpasangan, dan sifatnya juga berlawanan, yang kabel fase/phasa/kabel (- ) sebagai pembawa arus bolak balik, dan kabel yang netral/kabel (+) sebagai pengamannya/pentanahan.
 
Apakah dengan ketentuan demikian berarti kabel netral tidak terdapat arus listrik? Seharusnya iya! Namun pada kasus dilapangan tetap saja pernah kita temukan kabel netral yang ternyata juga memiliki arus listrik, hal itu disebabkan karena adanya kesalahan dalam pengabelan instalasi listrik, dengan kata lain kabel netral juga terhubung dengan kabel fase.
 
Pada rangkaian pengabelan yang tidak benar, kesalahan penyambungan ini hanya akan diketahui ketika seluruh instalasi sudah dilakukan, kemudian listrik dinyalakan dan setelah di cek dengan tespen ternyata pada stop kontak kedua lubangnya sama-sama terdapat arus listrik.
 
Jika instalasi listrik seperti diatas dibiarkan maka ketika terjadi pemakaian listrik yang cukup tinggi, maka MCB akan tetap turun (trip), hal itu disebabkan MCB tidak sanggup memberikan daya yang melebihi kapasitas hantarannya, selain itu bahaya listrik berikutnya juga sangat berpotensi untuk terjadi yakni korsleting arus pendek.
 
Jadi untuk penanya yang bertanya di komunitas listrik tempo hari, tidak ada gunanya mengukur kekuatan phasa kabel (-) dan (+), atau menguji satu persatu beban yang terdapat pada Box distribusi, hal itu tidak akan menyelesaikan permasalahan MCB yang trip ketika pemakaian beban 33 A, meski daya listrik yang terpasang 11000 VA dan MCB yang terpasang 50 A.
 
Ketika petugas PLN mengatakan kesalahan MCB trip bisa berasal dari kesalahan instalasi pengabelan, pada kasus trip MCB karena arus listrik juga terdapat pada kabel netral, maka tidak ada jalan lain selain kita harus mengurai kembali dimana titik terjadinya kesalahan itu.
 
Namun mencari kesalahan pengabelan seperti kabel netral yang memiliki arus listrik, menjadi tidak mudah manakala instalasi listrik itu terdapat pada gedung bertingkat, atau pada bangunan rumah sakit, atau pada bangunan toko swalayan.
 
Maka dari itu khusus untuk pembahasan cara mencari titik kesalahan pengabelan listrik ini, atau cara mengetahui dimana kesalahan pengabelan instalasi kabel netral, telah kita bahas pada artikel khusus, untuk saat ini cukuplah kita jawab dulu pertanyaan sahabat listrik yang bertanya tempo hari, tentang MCB yang turun atau trip karena kabel netral juga memiliki arus listrik.
 
Bagi sahabat yang ingin mengetahui cara mencari titik kesalahan pengabelan kabel netral ini, silahkan baca pada tautan dibawah ini.
 
 
Sekian dulu pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat untuk kehidupan dunia, sampai jumpa pada artikel berikutnya, salam.

Cara Mengetahui Titik Kesalahan Instalasi Kabel Netral Pada Instalasi Listrik Bangunan

Selama bulan puasa (1441 hijriah) saya menemukan satu pertanyaan soal listrik yang beruntun, awal mulanya sahabat itu bertanya tentang MCB yang trip atau turun katika pemakaian listrik di kantornya maksimal, pengertian maksimal disini dimana semua peralatan listrik yang ada dikantornya menyala, seperti mesin foto copy, AC kantor, freezer dan lain sebagainya, setelah dia periksa ternyata kabel netralnya terdapat arus listrik.

Untuk pertanyaan mengenai MCB yang trip karena kabel netral yang memiliki arus ini, bisa anda temukan pada tautan artikel dibawah ini.

“Apakah Kabel Netral Pada Listrik Memiliki Arus ?”

Maka dari itu pada kesempatan kali ini kita akan bahas cara mengetahui sumber kesalahan pengabelan pada instalasi listrik bangunan, namun sebelumnya penting untuk saya ingatkan, identifikasi awal kesalahan instalasi kabel netral ini ditandai dengan terdapatnya arus pada kedua lobang stop kontak yang tertanam atau terpasang pada dinding bangunan, ketika dilakukan pengecekan menggunakan obeng tespen.

kesalahan pengabelan kabel netral ini dilapangan beragam bentuknya, dan bisa kita kumpulkan pada beberapa point dibawah ini.

  1. Kesalahan pengabelan netral yang tidak disadari sama sekali, sehingga diketahuinya hanya ketika listrik dinyalakan.

Biasanya kasus seperti ini hanya disadari ketika pemilik bangunan menempati rumahnya, dan terjadi MCB trip atau turun.

  1. Kesalahan pengabelan netral ketika pemasangan instalasi listrik sudah 80 %.

Untuk kasus yang seperti ini installer listrik harus mengulang kembali pekerjaannya.

  1. Kesalahan pengabelan netral karena seluruh instalasi listrik menggunakan warna kabel yang sama. 

Kasus seperti ini biasanya sering terjadi di kampung-kampung, pasalnya orang kampung tidak terlalu paham pentingnya membedakan warna kabel untuk instalasi listrik, sehingga pada saat instalasi listrik akan dilakukan si pemilik bangunan hanya membeli kabel satu warna saja, kemudian installer listrik lama lama kebingungan menyambungkan kabelnya, lalu setelah selesai akhirnya semuanya kacau.

Mencari titik kesalahan pengabelan instalasi kabel netral kali ini akan saya jelaskan berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan.

Pada suatu hari saya tidak ingat lagi kapan, salah seorang pegawai di kantor dinas sosial Tenaga kerja, mengeluhkan listrik dirumahnya sering putus sekring (Istilah di kampung/kabupaten) atau MCB trip, kemudian saya datang kerumahnya dan melakukan pemeriksaan dasar, yakni memastikan semua stop kontak yang tertanam didinding memiliki arus listrik atau fase.

Setiap saya menerima keluhan listrik dari tetangga atau teman di lingkungan rumah, saya selalu melakukan prosedur awal demikian, yakni mengecek ketersediaan arus pada setiap stop kontak yang terpasang di dinding, mengapa demikian ? karena saya menganggap setiap stop kontak yang terpasang di dinding bangunan merupakan satuan kelompok antara stop kontak dan sakelar.

Jadi misalkan dalam satu rumah ada 4 kamar dan masing-masing kamar terdapat satu stop kontak dan satu saklar, maka saya membaginya menjadi 4 kelompok, untuk kasus lampu yang tidak bisa menyala pada kamar 1, maka saya menganggapnya ada masalah untuk instalasi listrik kelompok kamar 1, kemudian di cek, apabila stop kontak normal dan bolham juga bagus, itu artinya ada masalah pada saklar.

Nah pada kasus kesalahan pengabelan kabel netral ini, ketika saya menganggap setiap kamar merupakan satu kelompok, saya harus pastikan pada setiap kamar stop kontak yang terpasang juga terpadat arus yang normal ada fase dan netral, namun jika pada kedua lobang stop kontaknya sama-sama terdapat arus listrik atau sama-sama fase, itu berarti ada kesalahan pengabelan kabel netral pada kelompok kamar tersebut, jika hanya pada kamar itu saja terdapat kesalahan sedangkan di kamar yang lain normal, maka kelompok instalasi listrik pada kamar tersebut harus dilakukan perbaikan dengan mengurutkan kembali instalasi kabelnya, dan membetulkan kembali sambungan kabel netral yang salah.

Cara diatas merupakan cara pertama bagi saya mengetahui kesalahan pengabelan kabel netral secara manual menggunakan obeng tespen.

Cara manual kedua untuk mengetahui kesalahan pengabelan kabel netral ini, adalah dengan memeriksa seluruh stop kontak dengan obeng tespen, cara ini persis seperti yang saya lakukan di rumah pegawai dinas sosial diatas, ketika saya periksa dan pada semua stop kontak yang terpasang semuanya terdapat arus fase, artinya semua instalasi listrik dirumah itu terjadi kesalahan pengabelan kabel netral.

Maka langkah berikutnya saya memeriksa pengabelan yang terdapat pada KWH meter, hasilnya pada waktu itu saya temukan kabel netral yang berasal dari tiang utama PLN (TR) normal, jadi listrik yang masuk dari PLN ke KWH meter normal, maka saya simpulkan kesalahan total terdapat pada pemasangan instalasi listriknya.

Ketika saya cek lagi menggunakan tespen kabel netral input dari KWH meter ke instalasi listrik rumah, sampai pada distribusi listrik sambungan MCB kedua normal, dari MCB kedua ini baru saya temukan kesalahan pengabelan kabel netral, dimana kabel netral tersambung bersama arus fase dalam kotak T-Dos, untuk lebih memudahkan penjelasan saya ini anda bisa simak pada gambar simulasi dibawah ini.

Cara Mengetahui Titik Kesalahan Instalasi Kabel Netral Pada Instalasi Listrik Bangunan

Pada akhirnya saya terpaksa memutuskan sambungan kabel netral yang salah tersebut, dan menyambungkan kembali bersama kabel netral yang seharusnya.

Sahabat pembaca yang saya hormati, ketika anda mengalami f kesalahan pengabelan kabel netral ini, maka saran saya segera lakukan perbaikan instalasi listriknya, sebelum terjadi bahaya listrik berikutnya.

Demikian cara saya mengetahui sumber kesalahan pada pengabelan instalasi listrik, khususnya instalasi kabel netral, semoga artikel ini membantu anda, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya, salam.

Apa Itu Lampu Merkuri ?

lampu fluorescen merkuri

 
Kalau tidak ada lampu maka tidak ada gunanya listrik itu dipasang di rumah, betul tidak sahabat pembaca ? nah karena itu ternyata di dunia ini lampu listrik ini banyak sekali macam-macamnya, dan masing-masing digunakan untuk tujuannya, bagi sahabat yang belum sempat mengetahui macam-macam lampu listrik didunia ini silahkah simak pada link artikel kami dibawah ini.
 
 
Sekarang ini kita bahas lampu jenis merkuri, lampu merkuri hampir sama prinsip kerjanya dengan lampu fluoresen, dimana cahaya dipancarkan berdasarkan terjadinya loncatan (peluahan muatan) di dalam tabung.
 
Namun bentuk kontruksinya berbeda dengan lampi fluoresen, lampu merkuri terdiri dari dua tabung, yakni tabung dalam yang dari gelas kuarsal dan bohlam luar.
 
Tabung dalam berisi uap merkuri dan sedikit gas argon, dua elektroda utama dibelokkan pada kedua ujung tabung, dan sebuah elektroda pengasut dipasang pada sisi berdekatan dengan salah satu elektroda utama.
 
Saat sumber listrik disambung arus yang mengaliri tidak akan cukup mencapai terjadinya loncatan muatan diantara kedua elektroda utama, namun ionisasi terjadi diantara salah satu elektroda utama dengan elektroda pengasut melalui gas argon, ionisasi gas argon ini akan menyebar didalam tabung dalam menuju elektroda utama yang lain.
 
Panas akan timbul akibat pelepasan electron yang terjadi dalam gas argon, dan cukup untuk menguapkan merkuri, hal ini menyebabkan tekanan gas dalam tabung meningkat tinggi, pada mulanya arus akan bekerja 1,5 hingga 1,7 arus normal, lampu akan menyala dalam waktu 5 sampai 7 menit.
 
Cahaya awal berwarna kemerahan dan setelah kerja normal berwarna putih, jika sumber listrik diputuskan maka lampu tidak dapat dinyalakan kembali sampai tekanan didalam tabung berkurang, untuk dapat menghidupkan kembali lampu merkuri ini perlu waktu sekitar 5 menit atau lebih.
 
Bohlam luar dari gelas yang disisi dalamnya dilapisi dengan bubuk fluoresen, berfungsi sebagai rumah lampu dan untuk menstabilkan suhu disekitar tabung, karena lampu merkuri adalah bagian dari lampu tabung, maka untuk mengoperasikannya harus menggunakan ballast sebagai pembatas arus.
 
Biasanya ballast ini berupa reactor atau transformator bergantung dari karakteristik lampunya, lampu merkuri bekerja pada factor daya yang rendah, sehingga untuk meningkatkannya diperlukan kapasitor kompensasi yang dipasang secara parallel.
 
Ada berbagai macam jenis lampu merkuri yang ada dipasaran, karena masing-masing produsen lampu merkuri memberikan nama-nama yang berbeda, sehingga menyulitkan konsumen untuk mengenal setiap jenis lampu merkuri ini.
 
Untuk memudahkan anda mengenal jenis lampu merkuri, dibawah ini kita tampilkan tabel karakteristik lampu merkuri tekanan tinggi, sesuai dengan daya lampu dan fluks cahaya yang dihasilkan.
 
Tabel Karakteristik Lampu Merkuri Tekanan Tinggi
 
Daya lampu (Watt) Fluks cahaya lampu (Lumen)
50 1.800
80 3.350
125 5.550
25012.000
400 21.500
750 38.000
1000 54.000

Sumber : BP2IP Teknik listrik, Politeknik Ilmu Pelayaran 

Demikianlah sahabat pemirsa lampu jenis merkuri, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya salam.

Apa Artinya Listrik 3 Fase ?

Hallo sahabat pembaca di dunia manapun anda berada, bagaimana kabar kalian hari ini, semoga tetap sehat dan kuat ya, dan tetap waspada menjaga diri dari Hanta VIRUS, dengan berupaya maksimal menerapkan pola hidup bersih.

Pada artikel kali ini kita akan bercerita ringan tentang kelistrikan, mengapa harus ringan, karena setelah saya telusuri berdasarkan pengalaman, ternyata bahasa kelistrikan ini cukup sulit dimengerti oleh masyarakat awam.

Sebenarnya berangkat dari itu pulalah, makanya artikel yang kami tayangkan di dalam blog ini, syarat utamanya itu harus mudah dipahami, sehingga lahirlah tagline untuk blog ini #Panduan sederhana, simple, memahami listrik dengan mudah, mengenai listrik.

Sekarang kita kembali ke pembahasan listrik 3 Phasa, sebelum kita lanjutkan, sebaiknya kita sepakati terlebih dahulu, bahwasanya Phasa yang dimaksudkan disini adalah suatu aliran arus listrik yang berpasangan dengan netral, dimanapun itu letak instalasi listriknya yang namanya 1 Phasa itu berarti ada sepasang (- dan +) arus listrik yang memberikan energi listrik pada masing-masing bebannya.

Jadi anda jangan dulu membayangkan perhitungan rumus elektronika yang rumit yang terpasang pada suatu bangunan, bayangkan saja disitu ada dua kabel yang berperan memberikan energi listrik, yakni kabel Phasa dan netral. Walaupun sebenarnya yang memberikan energi itu hanyalah kabel Phasa.

Nah, sekarang kita bisa pahami 1 Phasa itu berarti ada satu satuan, yang dimanfaatkan untuk kebutuhan energi.

Persoalan berikutnya yang harus kita pahami terkait listrik 3 Phasa ini adalah, bagaimana caranya dari 1 Phasa ini membuatnya menjadi 3 Phasa, jawabannya mudah, yaitu kita tinggal membagi dari yang 1 Phasa menjadi 3 Phasa, bagaimana cara membaginya? Untuk caranya silahkan anda simak gambar dibawah ini.

simulasi pembagian listrik dari 1 fasa ke 3 fasa

Berdasarkan gambar diatas, bisa kita memahami bahwasanya listrik 1 Phasa itu bisa dibagi menjadi 3 Phasa, demikian secara teori dasarnya, bahkan bisa dibagi lebih banyak lagi.

Namun dalam teori prakteknya, pembagian listrik 1 Phasa menjadi 3 Phasa ini harus melalui perhitungan, dimana perhitungannya itu sendiri menggunakan rumus tertentu, dan kita tidak akan membahasnya disini.

Yang penting sekarang kita memahami dengan baik, bahwasanya listrik 3 Phasa itu adalah hasil pembagian dari 1 Phasa, dimana kegunaannya adalah untuk memudahkan penggunaan energi listrik, terkait bagaimana cara melakukannya, maka sebaiknya hal itu diserahkan kepada tenaga ahli instalasi listrik.

Demikianlah pembahasan kita tentang makna dari listrik 3 Phasa, dari mana asalnya dan bagaimana bentuk pembuatannya, sampai jumpa di artikel berikutnya, salam.

Macam-Macam Model Lampu Listrik Di Dunia Ini

Kalau bukan orang yang menekuni bidang listrik memang tidak terlalu diperhatikan model lampu listrik ini, padalah dengan mengenal macam-macam model lampu listrik maka bisa kita mengetahui fungsi dan keunggulan setiap jenisnya, sehingga bisa digunakan dengan tepat pada tempat dan situasi yang tepat.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas model lampu listrik ini, seperti yang banyak ditemukan lampu busur termasuk lampu listrik, namun pada perkembangannya jenis lampu ini tidak dikembangkan karena penggunaannya yang terbatas, dimana lampu jenis busur ini hanya cocok digunakan untuk diluar ruangan.

Berdasarkan prinsip kerjanya lampu listrik dibedakan menjadi dua yaitu lampu pijar dan lampu tabung atau neon sign.

Cahaya lampu pijar merupakan pemijaran dari filament pada bohlam, macam-macam lampu pijar terdiri dari :

  1. Bohlam bening

  2. Bohlam buram

  3. Bohlam bentuk lilin

  4. Lampu argenta

  5. Lampu superlux

  6. Lampu luster

  7. Lampu halogen

Sedangkan lampu tabung cahaya yang dihasilkannya berbeda dengan filament lampu pijar, tetapi melalui proses eksitasi gas atau uap logam yang terkandung dalam tabung lampu yang terletak diantara dua elektroda yang bertegangan tinggi, macam-macam lampu tabung antara lain sebagai berikut.

  1. Neon sign (Lampu tabung)

  1. TL

  2. Lampu hemat energy

  3. Lampu reklame

  4. Lampu merkuri

  5. Fluoresen

  6. Reflector

  7. Blended

  8. Halide

  9. Lampu sodium

  10. SOX

  11. SON

Berikut kita bahas satu persatu jenis lampu-lampu diatas

Sejarah singkat tentang lampu pijar

Bola lampu listrik sebenarnya ditemukan pada tahun 1879 secara bersamaan oleh Sir Joseph Wilson Swan dan Thomas Alva Edison, yang pertama kali memperagakan lampu ini adalah Mr Swan, dia memperagakan lampu pijar dengan filament karbon didepan orang banyak sekitar (700 orang) di kota Newcastle inggris pada 5 februari 1879.

Namun Mr Swan kesulitan memelihara keadaan hampa udara dalam bola lampu tersebut, sementara itu di laboratorium Edison di Menlo Park, Edison mengatasi masalah ini, pada tanggal 21 oktober 1879 ia berhasil menyalakan bola lampu dengan kawat pijar yang terbut dari karbon yang terus menyala selama 40 jam.

Pada tahun 1913 Edison mengganti filament karbon dengan filament tungsten atau wolfram, sehingga efikasi lampu dapat meningkat menjadi 20 lument/watt, system ini disebut dengan system pemijaran.

Pada tahun yang sama bola lampu kaca yang tadinya dibuat berupa udara kemudian diisi dengan gas bertekanan tinggi, pada mulanya digunakan gas nitrogen (N), setahun kemudian diganti dengan dengan gas argon (Ar) yang lebih stabil dan mempunyai sifat mengalirkan panas lebih rendah.

Pada riset lainnya ditemukan bahwa dengan membentuk filament menjadi spiral, maka panas yang timbul menjadi kurang sehingga bisa meningkatkan efikasi lampu, dengan berkembangnya teknologi produksi lampu pijar hingga kini masih berjalan, bahkan lampu pijar mempunyai berbagai macam tipe.

Secara umum lampu pijar mempunyai cahaya kekuningan, sehingga menimbulkan suasana hangat romantis dan syahdu, dengan demikian cocok digunakan pada ruangan berprivasi seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan toilet.

Macam-macam lampu pijar

  1. Lampu bohlam bening

Lampu jenis ini tabung gelasnya bening, tidak berlapis sehingga dapat menghasilkan cahaya lebih tajam dibanding jenis lampu bohlam lainnya, idealnya untuk penerangan tidak langsung terutama dengan armature tertutup dan lebih mementingkan cahaya terang.

Lampu pijar ini mempunyai keunggulan antara lain :

  • Mempunyai nilai “Color rendering index” 100 % yang cahayanya tidak merubah warna asli objek.

  • Mempunyai bentuk fisik lampu yang sederhana, macam-macam bentuknya yang menarik, praktis pemasangannya.

  • Dan harganya relative lebih murah serta mudah didapat di toko-toko

  • Instalasinya murah tidak perlu perlengkapan tambahan

  • Lampu dapat langsung menyala

  • Terang redupnya dapat diatur dengan dimmer

  • Cahayanya dapat difokuskan

Kelemahan lampu pijar

  • Mempunyai efisiensi rendah, karena energy yang dihasilkan untuk cahaya hanya 10 % dan sisanya memancar sebagai panas

  • Mempunyai efikasi rendah yaitu sekitar 12 lumen/watt

  • Umur lampu pijar lebih pendek dibandingkan lampu jenis lainnya

  • Sensisitif terhadap tegangan

  • Silau

  1. Lampu bohlam buram

Tabung gelasnya dibuat buram untuk menahan cahaya sehingga tidak silau.

  1. Lampu berbentuk lilin

Lampu jenis ini biasanya digunakan untuk lampu hiasan atau lampu dekorasi Kristal pada ruang tamu.

  1. Lampu argenta

Tabung gelas bagian dalam dari lampu argenta dilapisi serbuk lembut cahaya, sehingga distribusi cahayanya merata, lembut dan tidak silau, lampu argenta mempunyai efikasi yang sama dengan bohlam bening.

  1. Lampu superlux

Lampu superlux merupakan perpaduan lampu bohlam bening dengan lampu argenta, tiga perempat dari tabung gelas dilapisi serbuk tembus cahaya yang dihasilkan lampu ini sebagian didistribuikan ke bawah

  1. Lampu luster

Lampu ini biasanya digunakan untuk dekorasi, karena warnanya bermacam-macam daya rendah dan bentuknya ada yang bulat dan ada yang berbentuk lilin.

  1. Lampu halogen

Lampu halogen dibuat untuk mengatasi masalah ukuran fisik dan struktur pada lampu pijar dalam penggunaannya sebagai lampu sorot, lampu projector film, dalam bidang-bidang ini diperlukan ukuran lampu yang kecil sehingga system pengendalian arah dan focus cahaya dapat dilakukan lebih presisi.


model lampu listrik

Lampu halogen bekerja pada suhu 2.800 derajat celcius jauh lebih tinggi dari kerja lampu pijar yang hanya 400 derajat celcius, karena adanya tambahan gas halogen, seperti sodium oleh karena itu walaupun halogen termasuk jenis lampu pijar tetapi mempunyai efikasi sekitar 22 lumen/watt.

Cahaya dari lampu halogen dapat memunculkan warna asli objek yang terkena cahaya, karena cahaya yang dihasilkan lampu halogen umumnya lebih terang dan lebih putih dibandingkan cahaya lampu pijar (Pada daya yang sama), lampu halogen pada umumnya ukuran fisiknya kecil, rumit pembuatannya sehingga harganya lebih mahal dibandingkan lampu pijar dan neon.

lampu tabung (Neon sign)

pada akhir abad ke-19 George Claude seorang ilmuwan perancis melakukan percobaan-percobaan dengan membuat busur antara dua elektroda dalam sebuah pembuluh pipa vakum dengan diisi gas neon, bila pada kedua elektroda dipasang tegangan yang tinggi maka terjadi suatu cahaya merah yang dalam.

Oleh karena didalam tabung diisi dengan gas neon lampu tabung ini sering disebut dengan lampu neon, pengisian pada tabung dengan jenis gas-gas yang lain dapat menghasilkan beraneka warna-warni cahaya, sehingga lampu ini banyak digunakan untuk keperluan hiasan iklan.

Warna dari cahaya yang dipancarkan bergantung pada jenis gas atau uap logam yang terkandung di dalam tabung.

  1. Lampu fluoresen / TL

Konstruksi lampu fluoresen terdiri dari tabung gelas berwarna putih susu, karena dinding bagian dalam tabung dilapisi serbuk pasphor.

  1. Lampu hemat energy

Lampu jenis neon ini mempunyai komponen listrik yang terdiri dari ballast, stater dan kapasitor kompensasi yang terpadu dalam satu kesatuan, lampu teknologi ini disebut sebagai “Compact Fluoresen” dan beberapa produsen lampu menyebutnya sebagai lampu SL dan PL.

  1. Lampu merkuri

Prinsip kerja dari lampu ini sama dengan lampu fluoresen, yaitu cahaya yang dipancarkan berdasarkan terjadinya loncatan electron didalam tabung.

  1. Lampu merkuri fluoresen

Lampu ini termasuk merkuri tekanan rendah, didalam tabung berisi gas argon sedangkan bagian dalam dilapisi serbuk fluoresen.

  1. Lampu merkuri reflector

Lampu ini dirancang hanya untuk penerangan ke bawah bohlam langsung menjadi reflektornya, dengan cahaya yang diarahkan ke bawah.

  1. Lampu merkuri halide

Pada prinsipnya karakteristik elektris lampu merkuri halide sama dengan lampu merkuri fluoresen, tetapi untuk penyalaan awal memerlukan tegangan yang lebih tinggi.

Lampu sodium

Lampu ini disebut juga dengan lampu natrium, tabung gelas lampunya berbentuk U yang tahan terhadap cairan sodium, berdasarkan tekanan kerja pada tabung, lampu sodium dibedakan menjadi dua macam, yakni sodium tekanan rendah (SOX) dan sodium tekanan tinggi (SON)